Pengaruh Rebusan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Dm di Desa Suntalangu Kecamatan Suela Lombok Timur
Keywords:
Daun Kelor, Glukosa Darah, Diabetes MilitusAbstract
Diabetes Melitus adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh penumpukan glukosa dalam darah dan terjadi akibat tubuh tidak memproduksi cukup insulin, atau tidak bisa mempergunakan insulin secara tepat dengan gejala khas yaitu buang air kecil terus menerus dengan rasa manis (kencing manis). Menurut International Diabetes Federation (IDF) tahun 2022 Kasus diabetes mellitus di Indonesia cukup tinggi. Hal ini di buktikan dengan melaporkan 463 juta orang dewasa di dunia menyandang diabetes dengan prevalensi global mencapai 9,3%. Daun kelor mengandung mengandung antioksidan seperti flavonoid, vitamin A, vitamin E, vitamin C dan juga mengandung selenium yang membantu menurunkan kadar glukosa darah. Kandungan senyawa flavonoid dalam bentuk terpenoid dalam daun kelor sangat efektif dan lebih aman dalam penurunan kadar gula darah. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui ” pengaruh rebusan daun kelor (moringa oleifera) terhadap perubahan glukosa darah pada pasien DM di Desa Suntalangu Kecamatan Suela Lombok Timur. Studi Kasus Asuhan keperawatan dan pemberian rebusan daun kelor, diberikan 1 kali dalam sehari sebanyak 1 gelas atau sekitaR 150 ml. Pengecekan kembali kadar gula darah dilakukan setelah 7 jam pemberian rebusan daun kelor. Hasil studi kasus yang dilakukan pada Ny. M pada hari pertama sebelum diberikan rebusan daun kelor (moringa oleifera) 180 Mg/dl dan setelah pemberian rebusan daun kelor (moringa oleifera) 176 Mg/dl. Pada hari kedua sebelum diberikan rebusan daun kelor (moringa oleifera) 173 Mg/dl dan setelah pemberian rebusan daun kelor (moringa oleifera) 160 Mg/dl. Pada hari ketiga sebelum diberikan rebusan daun kelor (moringa oleifera) 160 Mg/dl dan setelah pemberian rebusan daun kelor (moringa oleifera) 152 Mg/dl.










