Penguatan Literasi Digital dan Netiquette sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Bermedia serta Mencegah Penyebaran Informasi Hoaks
DOI:
https://doi.org/10.61674/5rxfck48Keywords:
Literasi Digital, Netiquette, Kompetensi Bermedia, Hoaks, Media DigitalAbstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses, memproduksi, dan menyebarluaskan informasi melalui berbagai platform digital. Namun, tingginya intensitas penggunaan media digital juga diikuti oleh meningkatnya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi atau hoaks yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, konflik sosial, serta menurunkan kualitas informasi di ruang digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak melalui penguatan literasi digital dan penerapan netiquette. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bermedia peserta sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya etika berkomunikasi di lingkungan digital. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, serta praktik identifikasi informasi yang valid dan tidak valid. Materi yang diberikan mencakup pemahaman literasi digital, teknik verifikasi informasi, pengenalan ciri-ciri hoaks, serta prinsip-prinsip netiquette dalam berinteraksi di media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan media digital yang bertanggung jawab, kemampuan memilah informasi yang kredibel, serta kesadaran untuk menerapkan etika komunikasi dalam aktivitas daring. Penguatan literasi digital dan netiquette terbukti menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi bermedia sekaligus mengurangi risiko penyebaran informasi hoaks di masyarakat. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menjadi pengguna media digital yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.











