Implementasi PPMU-PK 2025: Peningkatan Kapasitas Manajerial UMKM dan Koperasi di Kota Parepare Melalui Edukasi Pelaporan Keuangan, Keberlanjutan, dan Kesadaran Hak Kekayaan Intelektual
DOI:
https://doi.org/10.61674/xrhjv876Keywords:
UMKM, HKI, Laporan Keuangan, Laporan Keberlanjutan, Edukasi Hukum, Koperasi, ParepareAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi merupakan pilar fundamental perekonomian Indonesia, namun pertumbuhannya kerap terhambat oleh keterbatasan kapasitas manajerial. Kesenjangan ini termanifestasi dalam tiga area krusial: literasi dan pelaporan keuangan, kesadaran akan praktik bisnis berkelanjutan, serta pemahaman terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Menjawab tantangan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Kota Parepare untuk menyelenggarakan workshop edukasi terpadu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial UMKM lokal dan pengurus Koperasi Merah Putih dengan memberikan pemahaman komprehensif mengenai penyusunan laporan keuangan sederhana, pengenalan konsep sustainability report, serta edukasi mengenai pentingnya HKI. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab yang melibatkan para ahli multidisiplin dari UNHAS. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan peserta pada ketiga area edukasi. Para pelaku usaha memperoleh pengetahuan fundamental untuk mengelola keuangan secara lebih akuntabel, mengadopsi prinsip keberlanjutan sebagai strategi keunggulan kompetitif, dan memahami urgensi HKI untuk melindungi aset tak berwujud usaha. Disimpulkan bahwa model edukasi terpadu yang sinergis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan pendekatan yang efektif untuk pemberdayaan UMKM dan koperasi secara holistik, mendorong terciptanya ekosistem usaha yang lebih resilien, kompetitif, dan berkelanjutan.











