Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Siswa SMKN 4 Kendari
DOI:
https://doi.org/10.61674/ktbkj479Keywords:
Remaja, Kesehatan Reproduksi, Pergaulan Bebas, Edukasi Kesehatan, HIV/AIDSAbstract
Remaja merupakan masa transisi yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi seperti kurangnya pengetahuan, seks bebas, kehamilan dini, dan risiko HIV/AIDS. Berdasarkan data menurut laporan SIHA (Sistem Informasi HIV/AIDS) untuk periode Januari hingga Juni 2024, sebanyak 3.182.913 orang yang menjalani tes HIV, ditemukan 31.564 ODHIV (Orang Dengan HIV/AIDS), dan 74% diantara telah mendapat terapi ARV, dilaporkan dari 38 provinsi dan 512 kab/kota di Indonesia. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2023, terdapat 637 kasus HIV/AIDS yang dilaporkan, dengan 321 kasus berada di Kota Kendari, dimulai dari usia remaja di atas 15 tahun. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan bahaya seks bebas melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan games “Rangking 1” dengan pendekatan edukatif secara langsung oleh tim Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sasaran penelitian adalah 30 siswa/i SMKN 4 Kendari. Penelitian diawali dengan pre-test, 12 responden (40%) berada pada kategori cukup, 16 responden (53,3%) kategori baik, dan 2 responden (6,7%) kategori kurang. Setelah intervensi, di berikan post-test dan seluruh responden (100%) masuk dalam kategori baik, tanpa ada yang berada pada kategori cukup maupun kurang. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata naik dari 12,23 ke 14,73, dan uji t menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,000), membuktikan intervensi berupa edukasi menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi.











