Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Siswa/i SMPN 20 Kendari
Keywords:
Kesehatan Reproduks, Remaja, Reproductive Health-Adolescents- Education- HIV/AIDS- Risky Behavior, Pergaulan BebasAbstract
Masalah kesehatan reproduksi remaja di Indonesia kian meningkat, salah satunya dipicu oleh rendahnya pemahaman remaja terhadap bahaya pergaulan bebas dan HIV/AIDS. Kasus HIV/AIDS setiap harinya terus meningkat, pada tahun 2017, dilaporkan jumlah kumulatif penderita HIV di Indonesia berjumlah 242.699 dan AIDS sebanyak 87.453 orang. Berdasarkan laporan dari United Nations Programme on HIV/AIDS tahun 2021, jumlah kasus baru HIV di Indonesia mengalami penurunan sebesar 3,6%. Meskipun demikian, Indonesia masih menempati posisi teratas sebagai negara dengan jumlah penderita HIV terbanyak di kawasan Asia Tenggara, yaitu mencapai 540.000 orang. Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2020 menunjukkan bahwa provinsi tersebut berada di peringkat ke-29 dari 34 provinsi di Indonesia dalam hal total kasus HIV, dengan jumlah kasus kumulatif sejak tahun 2005 hingga 2020 sebanyak 1.192 kasus. Adapun total kasus AIDS yang tercatat selama periode yang sama mencapai 638 kasus.Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa melalui kegiatan edukatif mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Juni 2025 di SMPN 20 Kendari dengan melibatkan 30 siswa kelas VIII-A sebagai kelas percontohan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, permainan edukatif "Rangking Satu", serta evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor post-test dibandingkan pre-test. Rata-rata nilai meningkat dari 13,93 menjadi 14,13 dan median dari 14 menjadi 15, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,005). Hal ini menandakan bahwa pendekatan edukatif yang partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahaya pergaulan bebas dan HIV/AIDS.











