Perbedaan Status Gizi Siswa Yang Kecacingan Dengan Yang Tidak Kecacingan di SD Negeri No. 102013 Sialangbuah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara
Keywords:
Soil-transmitted helminths, STH, Status Gizi, Anak Usia Sekolah, Infeksi Cacing, Cross-sectionalAbstract
Infeksi Soil-transmitted helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Infeksi STH pada anak usia sekolah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti gangguan pertumbuhan, malnutrisi, anemia, serta penurunan kemampuan belajar. Namun, hubungan antara infeksi STH dan status gizi masih menunjukkan hasil yang bervariasi pada berbagai penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan status gizi antara anak yang terinfeksi STH dan anak yang tidak terinfeksi STH di SD Negeri No. 102013 Sialangbuah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik total sampling yang melibatkan 144 siswa. Status infeksi STH dan status gizi dianalisis untuk mengetahui hubungan keduanya, kemudian diuji secara statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 5%. Sebanyak 138 siswa (95,8%) teridentifikasi terinfeksi STH, sedangkan 6 siswa (4,2%) tidak terinfeksi. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara status gizi anak yang terinfeksi STH dan yang tidak terinfeksi (p=0,669). Meskipun prevalensi infeksi STH pada siswa SD Negeri No. 102013 Sialangbuah sangat tinggi, infeksi tersebut tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi anak. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa status gizi dipengaruhi oleh berbagai faktor lain di luar infeksi STH sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut.











