Efikasi Dan Keamanan Inhibitor Sglt2 Di Seluruh Spektrum Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri Pada Pasien Gagal Jantung: Tinjauan Sistematis Dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak Terkontrol
Keywords:
Dapagliflozin, Empagliflozin, Gagal Jantung, Inhibitor SGLT2, Kematian Kardiovaskular, Meta-AnalisisAbstract
Inhibitor SGLT2 telah berkembang menjadi terapi pemodifikasi perjalanan penyakit (disease-modifying therapy) pada gagal jantung, tetapi besarnya dan konsistensi manfaat pada berbagai kategori fraksi ejeksi ventrikel kiri (left ventricular ejection fraction/LVEF) masih memerlukan sintesis yang jelas. Tujuan: Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini mengevaluasi efikasi dan keamanan inhibitor SGLT2 pada pasien dewasa dengan gagal jantung di seluruh spektrum LVEF. Metode: Penelusuran dilakukan pada PubMed/MEDLINE, ClinicalTrials.gov, Cochrane CENTRAL, Google Scholar, serta daftar pustaka. Studi yang memenuhi syarat adalah uji klinis acak terkontrol yang membandingkan inhibitor SGLT2 dengan plasebo pada gagal jantung. Luaran primer adalah kematian kardiovaskular atau perburukan gagal jantung/rawat inap akibat gagal jantung. Risk ratio (RR) dihitung dari jumlah kejadian agregat menggunakan model efek acak (random-effects model). Hasil: Empat uji klinis besar berbasis kejadian (event-driven trials) dimasukkan dalam sintesis kuantitatif primer, yaitu DAPA-HF, EMPEROR-Reduced, EMPEROR-Preserved, dan DELIVER. Luaran primer terjadi pada 1.674 dari 10.364 pasien yang menerima inhibitor SGLT2 dan 2.085 dari 10.361 pasien yang menerima plasebo. RR gabungan adalah 0,80 (95% CI 0,76–0,85; I² = 0%). Manfaat konsisten pada HFrEF (RR 0,78; 95% CI 0,71–0,84) dan HFmrEF/HFpEF (RR 0,83; 95% CI 0,76–0,89). Tidak terdapat peningkatan kejadian tidak diinginkan serius. Kesimpulan: Inhibitor SGLT2 secara signifikan menurunkan kematian kardiovaskular atau perburukan gagal jantung/rawat inap akibat gagal jantung pada berbagai kategori LVEF, dengan profil keamanan yang dapat diterima.











