Faktor Makroekonomi Yang Mempengaruhi Pergerakan Indeks Harga Saham LQ45 di Bursa Efek Indonesia Sebelum dan Masa Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.61674/h3wphe09Keywords:
Inflasi, BI Rate, Nilai Kurs, Indeks LQ45Abstract
Sepanjang tahun 2020, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan, hal ini karena penyebaran virus covid-19 yang menyerang Indonesia pada awal Maret 2020. Pada minggu terakhir bulan Maret IHSG berada diposisi terendah, tercatat ditutup turun 205,43 poin atau 4,9% ke level 3.989,52. Kondisi ini juga mempengaruhi kinerja saham Indeks LQ45, di mana Indeks LQ45 turun sebanyak 41,35 poin atau 6,6% menjadi 583,41. Pergerakan indeks menjadi indikator penting bagi para investor untuk menentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli saham. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui pengaruh faktor makroekonomi terhadap indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia sebelum dan di masa pandemi covid-19. 2. Untuk mengetahui perbedaan dari dampak makroekonomi terhadap indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia sebelum dan di masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien korelasi dan determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi dan BI rate sebelum dan di masa pandemi covid-19 berpengaruh dan tidak signifikan terhadap indeks LQ45 sedangkan nilai kurs sebelum dan di masa pandemi covid-19 berpengaruh dan signifikan terhadap indeks LQ45. Hasil uji beda menyatakan bahwa terdapat perbedaan dampak makroekonomi dan indeks LQ45 sebelum dan di masa pandemi covid-19











