Model Aplikasi Mobile Pengenalan 34 Provinsi Indonesia Berbasis Android No Programming
DOI:
https://doi.org/10.61674/75jsdw05Keywords:
Artificial Intellegence, Android Mobile, 34 Provinsi IndonesiaAbstract
Penelitian ini melaporkan bahwa media pembelajaran pengenalan 34 provinsi indonesia dapat diadopsi dengan menggunakan aplikasi berbasis Android Mobile No Programming, hipotesis yang didapat membuktikan bahwa menggunakan aplikasi ini lebih mudah difahami dan dimengerti karena tampilan dan visualisasi dirancang dengan mengkombinasikan antara tekstual dan audio sehingga memudahkan media pembelajaran dalam mengenalkan pemahaman terhadap 34 provinsi indonesia secara interaktif dan menarik. Pengembangan aplikasi berbasis Android Mobile, seringkali para pengembang sistem menggunakan model prototype atau wireframe dalam merancang sistem yang akan dibangun. Metode penelitian yang digunakan adalah prototype atau wireframe, selanjutnya akan dilakukan penilaian melalui hasil pengujian perangkat lunak dengan metode SQA (Software Quality Assurance), pengukuran kualitas perangkat lunak dilakukan secara kuantitatif yang memiliki standar minimum terhadap kualitas perangkat lunak. Prototype dapat berbentuk low-fidelity maupun high-fidelity, perbedaan dari keduanya yaitu terdapat pada tingkat kerincian dan interaksi yang dihasilkan. High-fidelity sendiri menggambarkan sistem yang lebih rinci dengan adanya interaksi yang dapat disimulasikan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu pengembang sistem dalam penerapan prototype dalam merancang perangkat lunak berbasis Android Mobile No Programming dalam merancang desain suatu sistem. Hasil penelitian setelah dilakukan pengujian perangkat lunak dengan metode SQA seperti Auditability, Accuracy, Completeness, Error Tolerance, Execution, Efficiency, Operability, Simplicity dan Training diperoleh hasil bahwa nilai optimal untuk sebuah perangkat lunak yang memenuhi standar kualitas berdasarkan uji SQA adalah 80. Sedangkan skor rata-rata hasil pengujian prototipe pada perangkat lunak ini adalah 85.4. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas perangkat lunak prototipe sistem aplikasi ini cukup baik.










